Sabtu, 23 April 2011

Membangun Kehidupan Demokrasi di Sekolah Dari Sudut Pandang Kepala Sekolah

Dalam kehidupan sehari-hari kata “Demokrasi” sering kali kita dengar. Bagaimana tidak ? Demokrasi adalah hal yang sangat berkaitan dengan kehidupan bernegara pada masa sekarang. Bahkan, demokrasi telah menjadi sebuah sistem pemerintahan yang paling popular. Hampir seluruh Negara menyatakan pemerintahannya berdasarkan demokrasi, tidak terkecuali Indonesia. Dimulai dari masa kemerdekaan hingga sekarang, demokrasi telah menjadi standar cita-cita dan tujuan nasional Indonesia.

Demokrasi dianggap sistem yang baik karena memiliki budaya yang bersifat universal, dimana demokrasi memiliki tujuan menampung seluruh aspirasi masyarakat tanpa terkecuali serta melindungi hak-hak rakyatnya. Dengan sistem yang seperti ini, tentulah rakyat akan merasa bebas untuk menyampaikan seluruh aspirasinya. Kata “bebas” mungkin saja disalah artikan dan tidak menutup kemungkinan jika penyimpangan pun terjadi. Untuk menghindari hal tersebut, maka mulai dari dini, kita harus mulai belajar dan menerapkan budaya demokrasi yang baik dan sesuai dengan arti sebenarnya dan salah satu lembaga yang tepat untuk pembelajaran demokrasi adalah sekolah.

Apa Itu Kehidupan Demokrasi di Sekolah ?

Dalam kegiatan pemerintahan, demokrasi dapat diartikan sebagai pemerintahan yang bersumber dari rakyat dan untuk rakyat. Kalimat ini berarti, dalam pemerintahan ini, rakyatlah yang akan bebas menyumbangkan aspirasinya dan memilih keputusan yang paling tepat. Keputusan ini akan diambil dalam menjalankan roda pemerintahan melalui para wakil rakyat yang berasal dan juga telah dipilih langsung oleh rakyat sendiri. Sama halnya dengan kehidupan demokrasi disekolah. Kehidupan demokrasi di sekolah dapat kita artikan sebagai kebebasan yang dimiliki oleh seluruh warganya untuk menjalankan berbagai aktivitas seperti memberikan suara saat pemilihan ketua OSIS, memberikan pendapat saat diskusi dan lain sebagainya. Namun, yang harus digarisbawahi adalah hendaknya, kebebasan yang didapatkan tersebut diikuti dengan sikap tanggung jawab. Dalam kehidupan berdemokrasi tanggung jawab sangatlah diperlukan sebagai media untuk mengatur agar kebebasan yang telah diberikan tidak disalahgunakan. Dalam arti, semua warga sekolah bebas untuk melakukan apapun sesuai keinginan masing-masing, namun dengan catatan, mereka dapat pertanggungjawabkan bahwa perilakunya tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku serta tidak mendatangkan kerugian bagi dirinya sendiri dan pihak lain.

Demokrasi di Sekolah Itu Penting

Untuk membiasakan diri memiliki sikap demokrasi, kita harus memulainya sedini mungkin. Lembaga kedua yang dapat dijadikan media edukasi demokrasi adalah sekolah. Sejak umur kurang lebih 5 tahun, anak-anak sudah mengenal sekolah. Sekolah menjadi rumah ke-dua bagi para anak. Di sini anak-anak akan bertemu dengan berbagai macam watak, perbedaan, diajarkan cara untuk menyampaikan pendapat, mendengarkan pendapat orang lain, saling menghargai hingga mereka mengerti dan memahami sikap yang benar dan yang salah. Bahkan, sekarang ini jika diperhatikan anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu di sekolah dibandingkan di rumah, dari pagi hingga siang bahkan sore hari. Dan dari keadaan seperti ini, secara tidak langsung, dengan membangun kehidupan demokrasi di sekolah, anak-anak akan terbiasa untuk menerapkan sikap demokrasi dalam kehidupannya sehari-hari baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat yang akan sangat berguna untuk kehidupannya di masa mendatang.

Cara Membangun Kehidupan Demokrasi di Sekolah

Karena sekolah merupakan lembaga yang memiliki peran utama untuk menumbuhkan budaya demokratis dikalangan pelajar, maka sekolah harus menampilkan budaya demokratis dalam pengelolaan pendidikannya. Untuk menciptakan kehidupan demokrasi yang baik di sekolah, tentunya diperlukan kerjasama antarkomponen yang tergabung didalamnya, mulai dari kepala sekolah, guru, murid, wali murid dan lain-lain. Keberadaan satu komponen tanpa komponen yang lainnya tidak akan memberikan hasil yang maksimal. Namun, komponen utama yang harus membangun kehidupan demokrasi di sekolah adalah Kepala Sekolah.

Kepala Sekolah merupakan pemimpin cerminan dari suatu sekolah. Baik buruknya sebuah sekolah sangat besar dipengaruhi oleh pemimpinnya. Sehingga, merupakan pilihan yang bijak jika penerapan demokrasi di sekolah harus diawali oleh sikap demokratis pemimpinnya.

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan seorang kepala sekolah dalam membangun kehidupan demokrasi di sekolah, diantaranya :

a. Kepala Sekolah akan bergaul dengan seluruh warganya tanpa membeda-bedakan. Misalkan saja, kepala sekolah bergaul dengan guru, staf tata usaha, wali murid, dan penjaga sekolah yang memiliki latar belakang budaya, agama dan ras yang berbeda.

b. Kepala Sekolah menghargai pendapat warganya, meskipun pendapat tersebut berbeda dengan pendapatnya sendiri.

c. Mengutamakan musyawarah untuk menyelesaikan masalah. Salah satu perwujudan kehidupan demokrasi adalah dengan cara musyawarah, karena dengan bermusyawarsh kita dapat menyampaikan aspirasi dengan tujuan menyelesaikan permasalahan.

d. Selain itu, karena Kepala Sekolah juga harus mengawasi jalannya kehidupan demokrasi di sebuah sekolah. Pengawasan ini, tentunya untuk menjamin agar pelaksanaan demokrasi berlangsung dengan baik, tidak melanggar peraturan dan tidak mengandung unsure kekerasan.

Jika beberapa hal tersebut telah diterapkan, tentunya warga sekolah akan melihat perilaku pemimpinnya, lalu mereka pun akan mencontoh perilaku tersebut. Dimulai dari para guru, kemudian siswa dan akhirnya seluruh komponen sekolah ini pun akan menerapkan kehidupan demokrasi di sekolah.

Kamis, 24 Maret 2011

Right Here Waiting – Richard Marx


Oceans apart day after day
And I slowly go insane

I hear your voice on the line

But it doesn’t stop the pain

If I see you next to never
How can we say forever

Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

I took for granted, all the times
That I though would last somehow
I hear the laughter, I taste the tears
But I can’t get near you now

Oh, can’t you see it baby
You’ve got me goin’ CrAzY

Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

I wonder how we can survive
This romance
But in the end if I’m with you
I’ll take the chance

Oh, can’t you see it baby
You’ve got me goin’ cRaZy

Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

Selasa, 22 Maret 2011

IPA vs IPS



IPA = Ilmu Pengetahuan Alam
IPS = Ilmu pengetahuan Sosial

Kedua cabang ilmu yang seharusnya dibedakan secara horizontal, namun pada beberapa kalangan dianggap berbeda secara vertikal. IPA diyakini sebagai jurusan anak-anak pandai, dengan kemampuan yang WAH, sedangkan IPS dianggap sebagai jurusan anak-anak nakal yang gagal masuk IPA *buangan dong. Wah, opini ini sih harus segera diklik, pilih delete dan OK. Pikiran ini hanyala pemikiran pada orang-orang yang kolot. Mengapa tidak ? Mau tau alasannya apa ? Memangnya orang-orang yang memiliki pemikiran itu tau persis bagaimana nasib orang-orang yang memilih jalur kedua itu dimasa depannya ? Saya rasa, orang-orang ini harus lebih memperluas wawasannya, jurusan IPS sangat dapat menjadi jembatan bagi banyak orang untuk menjadi sukses. Bagaimana tidak ? Jika tidak ada orang dari jurusan ini, siapa yang mau mengurus perekonomian negara ? Masalah politik ? Hukum ? Hubungan antarmanusia ? Lalu akan jadi apa dunia ini tanpa orang-orang IPS ? Jadi, semua itu tergantung kepada siapa yang menjalaninya. Apabila kita memiliki bakat di IPA, ya tunjukkan kalo kita memang berbakat, mampu dan pantas ada di jurusan itu begitu juga sebaliknya. Jangan menjadi seseorang yang memilih sesuatu hanya karena ikut-ikutan, memangnya nanti di masa mendatang, kita jg mau ikut-ikut orang ? ikut tinggal dirumah orang, makan dll? Haha.. itu sesuatu hal yang tidak mungkin. Ayolah, buka mata kita, pendidikan yang kita ambil di masa muda ini adalah modal bagi kita untuk menghadapi tantangan dunia. Dan satu hal yang harus kita ingat, dalam persaingan itu tidak ada teman. Jadi kita harus mampu menggunakan apa yang kita miliki untuk menghadapi tantangan yang ada. SENDIRI. Dan kembali harus kita ingat, kedua ilmu ini sama, keberadaan salah satu ilmu ini tanpa ilmu yang satunya lagi, maka kehidupan dunia tidak akan sempurna. Jadi dimanakah minat dan bakatmu ? Ayo tentukan pilihan, tidak ada yang lebih baik ataupun lebih buruk diantara keduanya, hanya sesuaikan dengan kemampuanmu.
Dari saya. Indah Lestari.

Selasa, 22 Februari 2011

Apa sih Zora Agilo itu ?


Zora agilo, sebagian besar temen-temen yang udah pernah visit blog ini, mungkin bertanya-tanya. *GR plaakk !!! haha Ya, hal ini bukan bualan belaka, karena emang banyak yang udah nanya secara langsung mengenai arti kata ini. Langsung aja...

Zora Agilo, kalo secara pasti sih saya gak tau apa artinya, tapi saya perna baca di buku. Ini adalah bahasa latin yang artinya FAJAR yang KEMERAH-MERAHAN. Kalo dibayangin, pasti bagus banget tuh, yap pada saat itu Dewi fajar (Eos) akan membukakan jalan untuk kakanya sang Dewa Matahari (Hellios) yang mulai mengendarai keretanya menelusuri satu garis untuk membukakan cahaya bagi manusia, dengan jemari tangannya yang kemerah-merahan sama seperti warna langit kala itu.

Itu aja deh, buat postan kali ini, semoga blog ini seperti fajar yang akan selalu menandai awal kehidupan di hari yang baru :)

I Don't Love You

Seneng banget deh sama lirik lagu satu ini. Gak tau kenapa, setiap denger lagu ini, aku ngerasa bisa jadi cewek yang kuat. Yah, buat semuanya selamat membaca aja ya lirik lagu ini. :)


Well when you go
Don’t ever think I’ll make you try to stay
And maybe when you get back
I’ll be off to find another way

When after all this time that you still owe
You’re still, the good-for-nothing I don’t know
So take your gloves and get out
Better get out
While you can

When you go
Would you even turn to say
"I don’t love you
Like I did
Yesterday"

Sometimes I cry so hard from pleading
So sick and tired of all the needless beating
But baby when they knock you
Down and out
It’s where you ought to stay

And after all the blood that you still owe
Another dollar’s just another blow

So fix your eyes and get up
Better get up
While you can

When you go
Would you even turn to say
"I don’t love you
Like I did
Yesterday"

Well come on, come on

When you go
Would you have the guts to say
"I don’t love you
Like I loved you
Yesterday"

I don’t love you
Like I loved you
Yesterday

I don’t love you
Like I loved you
Yesterday


Sabtu, 19 Februari 2011

EMOSI !!!

Hai zora agilo, malam ini mau cerita sedikit nih, tentang saya yang akhir-akhir ini makin gak jelas.

Akhir-akhir ini, dunia kok tambah aneh, saya juga *jujur. EMOSI ...
Saya makin gak bisa ngatur yang namanya EMOSI. Emosi selalu ngeluap-luap kalo berangkutan dengan yang namanya "sekolah". Terutama dengan yang namanya TUGAS.

Banyak temen yang udah bilang, "Indah, kalo tugas itu, jangan terlalu dipikirin, nanti kamunya sendiri yang jadi pusing".

Ya, kalimat itu sama sekali gak salah kok. Tapi yang anehnya, saat saya mencoba mempraktekkannya, satu kata akan muncul "GAGAL".

Mungkin beberapa orang yang pernah satu kelompok dengan saya, banyak yang mengeluh karena saya sok perfeksionis, seneng ngatur, sering marah-marah gak jelas. Ya, tapi yang saya inginkan hanya kebaikan untuk semuanya.

Maaf ya untuk semuanya, mulai hari ini, saya akan mencoba menjadi pribadi yang lebih santai, yang tidak akan membesar-besarkan masalah dan akan menghilangkan masalah yang kecil. Dan juga terutama saya sangat ingin mencoba menjadi orang yang tidak terlalu memikirkan tugas, jadi maaf ya teman-teman sekali lagi, kalo satu kelompok dengan saya, setelah pengepost-an ini, saya akan menjadi orang yang cukup malas dalam kelompok Anda. Terima kasih. :P

*I just want to enjoy my life.

Jumat, 18 Februari 2011

Saat Bumi Berhenti Berputar

- Bumi berotasi dengan kecepatan 1600 km/jam. Sejarah menunjukkan, rotasi bumi melambat 2 detik tiap 100 ribu tahun. Eksperimen ini mempercepat perlambatan itu untuk melihat efeknya pada kehidupan di bumi sebesar 1 km/jam per hari. Perlambatan hingga berhenti total dirancang memakan waktu 5 tahun. Berikut adalah hal-hal yang akan terjadi jika bumi berhenti berputar:

-Navigasi pesawat memakai GPS dengan bantuan satelit. Satelit ikut berputar di atas bumi menyesuaikan dengan waktu di darat. Perlambatan rotasi bumi menyebabkan satelit keliru memposisikan pesawat, dan pesawat akan mendarat di tempat yang tidak seharusnya. Dengan kata lain, akan terjadi banyak kecelakaan pesawat terbang. Penerbangan hanya digunakan untuk yang penting-penting saja. Penumpang dipaksa mencari alternatif transportasi. AKibatnya, kereta api, kapal laut, dan bus penuh sesak.

-Gejala lainnya adalah pertambahan durasi hari. Perlambatan rotasi bumi menyebabkan perpanjangan hari. 1 hari bukan 24 jam lagi, tapi akan bertambah menjadi 28 jam setelah 5 bulan. Jam sudah tidak bisa diandalkan lagi.

-Dunia ekonomi hancur, saham-saham pun berguguran.

-Rotasi bumi membuat bumi tidak bulat sempurna tapi agak lebar di khatulistiwa karena putarannya. Yang melebar adalah laut yang terkumpul di khatulistiwa.

-Kalau rotasi melambat, laut akan mengalir ke kedua kutub yang menyebabkan banjir di Eropa dan surut di khatulistiwa termasuk Indonesia.

-Bukan cuma laut, udara bakal mengalir ke khatulistiwa dan menyebabkan naiknya tekanan udara. Paru-paru kita di Indonesia bisa pecah menghirup udara seperti itu. Sebaliknya, di belahan bumi utara dan selatan sudah seperti tinggal di gunung, udaranya tipis. Anak-anak dan orang tua akan merasa tersiksa.

-Kehidupan flora dan fauna pun terganggu. Hewan yang bermigrasi akan kebingungan dengan hari yang terus bertambah panjang dan akhirnya mati kepanasan/kedinginan. Tanaman juga tersiksa dengan terik matahari yang lebih panjang dari pada biasanya dan juga oleh dinginnya malam yang panjang.

-Selain itu juga terjadi aktivitas geologi yang ekstrim, seperti gempa bumi dan gunung meletus di lokasi yang biasanya aman. Penyebabnya adalah gesekan yang timbul oleh lapisan-lapisan bumi yang perlambatannya berbeda-beda.

-Putaran inti bumi menghasilkan medan magnet yang melindungi bumi dari radiasi matahari. Tapi kalau sudah melambat, medan magnet ini akan melemah dan radiasi matahari bebas masuk dan membuat kanker kulit pada manusia.

-Setelah 4 tahun, 1 hari = 13 hari normal. Semua manusia mengalami jet lag permanen, tidak bisa tidur karena masih terang. Eropa, Amerika selatan, dan Afrika bagian selatan akhirnya tenggelam total. Di khatulistiwa, muncul benua baru dari surutnya laut. Sumatera, Jawa, dan Kalimantan terhubung oleh dangkalan Sunda, sedangkan Papua dan Australia terhubung oleh dangkalan Sahul. Orang-orang berbondong-bondong pindah ke tanah baru yang tidak banjir dan masih bisa bernafas lega. Kapal laut kandas ke dasar laut yang kering. Perdagangan internasional sudah tidak ada lagi.

-Cuaca menjadi sangat ekstrim. Karena sinar matahari berlangsung lama, maka badai bisa berminggu-minggu lamanya.

-Akhirnya setelah 5 tahun, bumi berhenti total tapi masih berevolusi (mengelilingi matahari). 1 hari = tahun, terdiri dari 6 bulan siang yang bisa mencapai 50 derajat celsius dan 6 bulan malam yang suhunya sampai -50 derajat celsius (lebih dingin daripada kutub sekarang).

-Jumlah manusia yang tewas mencapai 6 miliar orang (hampir semuanya). Mungkin ada sedikit orang yang pindah ke daerah yang tidak kebanjiran dan tekanan udaranya nyaman. Kutub bakalan malam sepanjang tahun. Banyak juga tanaman dan hewan yang punah.

Syukurnya, ini tidak bakalan menjadi kenyataan karena pasti kita semua sudah punah. Tapi simulasi ini memberitahukan bahwa rotasi bumi bukan hanya untuk siang dan malam, tapi ternyata sangat banyak kontribusinya untuk planet ini.



Informasi Unik Dunia: http://www.jamblang.com/2011/02/saat-bumi-berhenti-berputar.html